Free shipping for all ordes over $500+

WayBag desain Tas Kontemporer by Adhi Apriana

WayBag desain Tas Kontemporer by Adhi Apriana

Bab 1 - Sebuah Pertanyaan Sederhana

"Setiap karya selalu dimulai dari sebuah pertanyaan. WayBag pun demikian."

Ketika melihat kembali ke tahun 2009, saya tidak sedang berusaha membangun sebuah merek fashion. Saya juga tidak pernah membayangkan akan membuat sebuah bisnis tas. Saat itu saya masih menjadi mahasiswa yang tertarik mengamati bagaimana sebuah ide bisa berkembang menjadi sebuah produk.

Di masa itu, saya sering mengikuti kompetisi desain dan menghabiskan banyak waktu untuk mencari inspirasi dari berbagai hal di sekitar. Semakin banyak saya belajar, semakin saya percaya bahwa desain bukan sekadar membuat sesuatu terlihat menarik. Desain adalah cara memecahkan masalah melalui sebuah gagasan. Lalu muncul sebuah pertanyaan yang terus berputar di kepala saya: 

Mengapa wayang hanya menjadi sesuatu yang dipajang?

Wayang adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang luar biasa. Ia memiliki cerita, filosofi, serta keterampilan tangan yang diwariskan selama ratusan tahun. Namun dalam kehidupan sehari-hari, saya lebih sering melihatnya sebagai koleksi, dekorasi, atau pertunjukan. Sangat jarang saya menemukannya hadir dalam benda yang benar-benar digunakan.

Pertanyaan sederhana itu kemudian berkembang menjadi rasa penasaran yang lebih besar.Bagaimana jika wayang tidak hanya dikenang sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan modern? Bagaimana jika nilai-nilai yang terkandung di dalam proses pembuatannya dapat diterjemahkan ke dalam sebuah produk yang digunakan setiap hari?

Pada saat yang sama, industri fashion berkembang dengan sangat cepat. Banyak produk diproduksi secara massal dengan bentuk yang serupa. Efisiensi menjadi tujuan utama, sementara sentuhan tangan seorang pengrajin perlahan mulai tergeser. Kegelisahan inilah yang juga saya tuliskan dalam proposal WayBag saat itu: di tengah kemajuan teknologi, semakin banyak produk kehilangan nilai craftsmanship dan orisinalitas.

Saya mulai membayangkan sebuah produk yang tidak hanya memiliki fungsi, tetapi juga membawa cerita. Bukan sekadar menempelkan motif tradisional pada sebuah tas, melainkan menghadirkan filosofi di balik proses pembuatannya. Saya ingin budaya tidak hanya dilihat, tetapi juga digunakan.

Tanpa saya sadari, pertanyaan kecil itu menjadi titik awal perjalanan yang jauh lebih panjang. Saya belum memiliki nama, belum memiliki sketsa, bahkan belum tahu seperti apa bentuk akhirnya. Yang saya miliki hanyalah rasa ingin tahu dan keyakinan bahwa sebuah ide layak diperjuangkan jika mampu memberikan cara pandang yang baru.

Dari situlah perjalanan WayBag dimulai. Bukan dari sebuah produk, melainkan dari sebuah pertanyaan yang sederhana.

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

Categories

Creating the Extraordinary Arts. Inspiring the World